Rabu, 19 Desember 2012

Oxbow Academy, Inilah Sekolah Khusus Bagi Remaja Yang Kecanduan Pornografi

Oxbow Academy, Inilah Sekolah Khusus Bagi Remaja

Yang Kecanduan Pornografi

[imagetag]

Membanjirnya content pornografi di sekeliling kita, khususnya di internet membuat banyak remaja yang jadi kecanduan pornografi. Mengobati kecanduan pornografi pada remaja amat susah, namun sekolah ini mempelopori pendidikan untuk mengobati kecanduan pornografi pada remaja.



[imagetag] Sekolah pionir yang bertujuan memutus rantai kecanduan pornografi bagi remaja Oxbow Academy yang berlokasi di Utah, Amerika Serikat, adalah sebuah sekolah yang baru didirikan dan mengkhususkan diri dalam penyembuhan kecanduan pornografi. Orang tua yang merasa anaknya kecanduan pornografi bisa memasukkan anaknya tersebut ke sekolah ini.



[imagetag] Kamar asrama para murid didesain seperti barak militer agar mereka disiplin

[imagetag] Tempat tinggal para murid bernuansa alam pedesaan khas Utah Biaya sekolah yang dijuluki sebagai "porn shcool" ini cukup mahal, USD 9.000 per bulan atau di kisaran Rp 80 juta. Namun para remaja usia 13 sampai 17 tahun yang mengikutinya dijamin sembuh setelah mengikuti terapi yang digelar.



[imagetag] Semua akses internet diblokir kecuali website ensiklopedia online

[imagetag] Akademi ini mempunyai guru-guru SMA dan para murid menghabiskan banyak waktu untuk belajar selama terapi Lokasi sekolah terletak di alam terbuka, layaknya perkemahan. Para siswa akan tinggal di asrama yang sederhana dan didesain ala pedesaan. Di sini, mereka harus mengikuti setiap sesi dengan jadwal yang dijalankan ketat.



[imagetag] Grup terapi: Musik adalah salah satu ekskul yang ada agar para murid bisa lepas dari kecanduan "Seks saat ini di mana-mana. Ketika remaja dulu, jika ada yang mengatakan dirinya biseksual itu sungguh mengejutkan. Sekarang, threesome saja banyak di internet dan anak-anak melihatnya," kata Stephen Shulz, kepala sekolah tersebut.



[imagetag] Kecanduan pornografi online paling banyak menyerang remaja (foto hanya ilustrasi) Hari-hari para siswa dihabiskan dengan sesi konseling dengan para terapis berpengalaman, di mana para siswa diharapkan terbuka dengan masalahnya. Sekali seminggu, orang tua bisa mengontrol keadaan anaknya melalui Skype.

Sumber

#bcfda5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar