Tampilkan postingan dengan label Motivation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivation. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Agustus 2012

Penjaga Pikiran





Suatu hari ada seekor belalang yang terjebak dalam sebuah kotak, hingga beberapa lama ia tetap berdiam di kotak tersebut, melompat lompat dan berharap untuk dapat keluar. Tiba-tiba kotak tersebut terhempas oleh angin yang cukup kencang sehingga sang belalang dapat bebas berloncat-loncat riang di alam bebas.
Saat menikmati kebebasannya tiba-tiba belalang tersebut melihat belalang lain yang serupa dengannya namun dapat melompat lebih tinggi dan sangat cepat. Di hampirilah belalang tersebut dan sang belalang yang bigung bertanya. “Kenapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih cepat, padahal kita dari jenis yang sama dan umur kita tidak jauh berbeda”.
Belalang itupun menjawab, “Kau tinggal dimana selama ini ? Setiap belalang liar yang hidup di alam bebas pasti dapat lompat setinggi dan secepat ini”
Saat itulah si belalang yang telah terkurung beberapa lama di kotak menyadari bahwa selama ini lompatannya hanya setinggi kotak yang ia tinggali. Ia pun mencoba melompat lebih tinggi dan penuh optimis untuk dapat meloncat lebih cepat.
Seringkali kita sebagai manusia terkekang oleh pemikiran semu di dalam kotak yang hanya ada dalam pikiran kita yang membuat kita tidak dapat melompat lebih tinggi, meraih keberhasilan yang lebih besar maupun merasa tidak mampu mewujudkan impian kita.
Hinaan, lingkungan yang buruk, dan trauma di masa lalu membentuk keterbatasan kita dan membangun penjara pikiran yang menghambat kita meraih kesuksesan.
Sebagai manusia yang memiliki akal hendaknya kita selalu dapat berjuang, tidak mudah menyerah dan bekerja sebaik mungkin untuk meraih impian kita dengan penuh optimis.

Jumat, 17 Agustus 2012

Jangan Katakan Letih Pada Ibu

 

JANGAN PERNAH KITA MENGATAKAN LETIH PADA IBU???
Kita belum pernah merasakan seletih apa yang ibu rasakan untuk kita lihatlah, wajah dulu yang lembut sekarang sudah keriput ditelan usia. Tubuh yang dulu tegap sekarang sudah bungkuk karena memikul beban. Kita memang sering lupa dan tidak pernah mau tahu betapa IBU SANGAT MENCINTAI KITA.

Kembali kepada kita, apa yang telah kita perbuat untuk ibu..?? Dalam hal apa kita telah berdosa pada ibu..?? Dan apa yang belum kita sempurnakan untuk ibu..?? Semoga kita tidak pernah lupa, bahwa ibu adalah sesosok perempuan yang kuat… ibu, ibu dan ibu…….

Bagi Ibu Kesehatan Kita Lebih Penting

Ibu tidak memperhatikan keselamatanya sendiri demi kita

Ada Cerita Tentang Pengorbanan Ibu pada anaknya yang sangat menyayat hati. mungkin kisah dibawah udah pernah diposting dimari. ane cuma ingin berbagi dan menegaskan bahwa sekuat apapun kita ibu kita jauh lebih kuat!! Berikut Kisahnya:
Jika kamu selamat, ingatlah, Ibu mencintaimu

Ini adalah satu dari… sekian banyak kisah nyata tentang pengorbanan seorang Ibu, cerita ini terjadi di Jepang beberapa waktu lalu, ketika gempa bumi dan terjangan tsunami meluluhlantakkan negara tersebut.
Ketika gempa bumi sudah mereda, ketika tim SAR telah mencapai puing-puing bangunan rumah ibu muda tersebut, mereka melihat sesosok tubuh seorang perempuan diantara puing-puing tersebut, tetapi posisi tubuhnya sangat aneh. Dia bersimpuh layaknya orang bersujud, tubuhnya condong ke depan dan kedua tangannya seperti disangga oleh sebuah benda. Rumah yang rubuh itu telah menimpa kepala dan juga punggungnya.
Dengan penuh kesulitan, kepala tim SAR meletakkan tangannya melalui celah kecil dinding untuk menggapai tubuh wanita tersebut. Dia berharap wanita tersebut masih hidup. Tapi tubuh yang telah dingin serta kaku tersebut mematahkan keyakinannya. Dia telah meninggal.
Dia, dan juga timnya yang lain, meninggalkan rumah tersebut dan akan mencari korban dari puing-puing bangunan yang lain, tetapi karena beberapa alasan dan dorongan batin entah dari mana, ketua tim SAR tersebut tergerak untuk kembali menelusuri sisa rumah wanita tersebut. Lagi-lagi, dia berlutut dan meletakkan tangannya di ruangan kecil dibawah mayat wanita malang tersebut, tiba-tiba dia berteriak kegirangan.
“Ada anak! Lihat! Ada anak dibawah sini!”. Keseluruhan tim SAR bergegas membantu, dengan hati-hati mereka membersihkan puing-puing disekitar wanita tersebut, ada seorang bayi (yang kurang lebih berumur 3 bulan) terbungkus disebuah selimut bermotif bunga-bunga dibawah mayat ibu tersebut. Tentu saja, wanita tersebut telah melakukan pengorbanan luar biasa untuk menyelamatkan anaknya. Bayi mungil tersebut masih tertidur ketika ditemukan ketika ketua tim SAR menemukannya.
Tim medis segera memeriksa bayi tersebut, setelah mereka membuka lembaran selimut tersebut mereka melihat sebuah handphone didalamnya, terdapat sebuah pesan teks yang ada di layarnya yang berbunyi, “Jika kamu selamat, ingatlah, Ibu mencintaimu.”
Handphone tersebut beredar dari satu orang ke yang lainnya, semua yang membaca pesan tersebut bersimpuh dan menitikkan air matanya, “Jika kamu selamat, ingatlah, Ibu mencintaimu.” Sebegitu besarnya cinta seorang ibu kepada anaknya!

Senin, 13 Agustus 2012

Ketika Aku Tua

Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula. Mengertilah, bersabarlah sedikit terhadap aku.
Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu,
ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.
Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.
Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tidur.

Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku.
Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi?
Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tekhnologi dan hal-hal baru, jangan mengejekku.
Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap “mengapa” darimu.
Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk memapahku.
Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.
Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk mengingat.
Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau disamping mendengarkan, aku sudah sangat puas.
Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka.
Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai belajar menjalani kehidupan.
Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini, sekarang temani aku menjalankan sisa hidupku.
Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa syukur
Dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu.

Membangun Sukses Dari Hal Yang Kita Sukai

Alkisah ada seorang anak muda yang sangat menyukai boneka hingga ia belajar bagaimana menjadi ahli pembuat boneka. Sayangnya, anak muda ini sangat kikuk, dan guru serta murid-murid lainnya selalu berkata bahwa dia tidak punya kemampuan untuk membuat boneka, dan bahwa dia tidak akan pernah berhasil.
Meski demikian, anak muda ini tetap bisa menikmati sehingga ia tak henti-hentinya melatih diri agar berkembang. Walau sudah bekerja keras, mereka akan selalu menemukan kesalahan pada boneka-boneka buatan anak muda ini, dan akhirnya mereka pun mengeluarkan si anak muda dari pelatihan itu.
Tapi anak muda itu tidak menyerah begitu saja. Ia memutuskan sejak saat itu akan menghabiskan seluruh waktunya membuat satu jenis boneka. Dan setiap kali menemukan kekurangan pada bonekanya, ia akan membuangnya dan memulai lagi dari awal. Tahun demi tahun pun berlalu, dan dengan setiap percobaan baru, bonekanya menjadi sedikit lebih baik. Kini, bonekanya jauh lebih baik dari hasil karya teman-temannya. Meski begitu, si anak muda ini tetap melakukan perbaikan, mencari “kesempurnaan”. Hidup seperti itu membuat anak muda ini kurang mampu mampu mencari nafkah, dan banyak orang menertawakan kondisinya yang miskin.
Ketika usianya sudah semakin tua, karya bonekanya sangatlah indah. Begitu bagusnya hingga suatu hari setelah berpuluh-puluh tahun bekerja, ia menyelesaikan satu boneka, dan berkata, “Saya tidak melihat ada yang kurang. Kali ini hasilnya sempurna.” Dan, untuk pertama kalinya dari sekian tahun lamanya, alih-alih membuang boneka ini, ia malah menaruhnya di atas rak. Ia benar-benar merasa puas dan bahagia.
Dan sisa ceritanya menjadi sejarah. Boneka yang sempurna itu menjadi hidup, mengalami ribuan petualangan, dan memberikan pria tua yang bernama Geppetto itu kebahagiaan yang jauh lebih besar daripada yang didapat pembuat boneka lainnya yang terkenal dari hasil-hasil karyanya.

 "Membangun sukses kita mulai dari hal-hal yang kita sukai. Dengan ketekunan & semangat tinggi, serta terus berusaha memperbaiki, maka apapun yang dikerjakan akan membuat waktu dan talenta kita lebih bernilai."

Selasa, 03 Januari 2012

Setiap Pekerjaan Memiliki Prioritas

Apa yang terpikirkan setelah Anda mengerjakan sesuatu? Apakah yang Anda kerjakan memang harus Anda kerjakan? Terkadang apakah Anda berfikir bahwa ada sesuatu hal yang lebih penting yang harus Anda kerjakan? Mungkin pertanyaan diatas pernah kita tanyakan dalam diri kita sendiri. Itulah pentingnya kita memprioritaskan pekerjaan yang harus kita kerjakan setiap hari.


Pekerjaan semua orang terdiri dari banyak hal  yang harus diselesaikan setiap hari . Kita tahu itu, tapi masalahnya adalah kita akhirnya melakukan apa yang ingin kita selesaikan dan hal yang harusnya kita selesaikan sepertinya tidak selesai. Mengapa? Tidak ada waktu untuk menyelesaikannya. Kalau Anda berfikir seperti itu segeralah merubah cara berfikir Anda. Selalu ada cukup banyak waktu ntuk melakukan satu hal yang harus dilakukan asalkan kita dapat mengerahui apa yang paling penting yang harus kita kerjakan. Itulah kuncinya.


"...Saat prioritasnya jelas, mengambil keputusanpun menjadi mudah... " (Roy Disney)

Jumat, 15 Juli 2011

Waktu Yang Tepat

Sering saya bertanya kepada diri saya sendiri, “Kapan waktu yang tepat untuk berbuat sesuatu?” Sesuatu yang dimaksudkan disini adalah perbuatan yang memberikan nilai tambah atau kontribusi positif bagi kehidupan orang lain. Terhadap pertanyaan tersebut, saya berusaha untuk mencari jawabannya dan dari suatu sumber saya dapatkan jawaban “Selama kita masih hidup, itulah saat yang paling tepat”. Artinya setiap hari adalah saat yang tepat untuk berbuat hal baik.
Kita tidak perlu menyesali hari kemarin yang telah berlalu atau terus-menerus merisaukan hari esok yang terkadang masih belum menentu.
“Jangan pernah merisaukan sesuatu yang tidak Anda miliki tetapi syukurilah apa yang telah diberikanNya kepada Anda”. Jika kita berpikir belum saatnya untuk berbuat sesuatu, itu sama saja artinya menyia-nyiakan waktu yang diberikan Tuhan. Adakah yang bisa menjamin bahwa besok kita masih hidup? Dengan kata lain manfaatkanlah semaksimal mungkin setiap kesempatan untuk memberikan nilai tambah bagi sesama. Caranya bisa dari hal-hal yang paling sederhana, misalnya membantu teman yang kesulitan, menjenguk mereka yang sedang sakit ataupun hal yang sangat simple yaitu memberikan senyum kepada orang lain.
Berikut adalah tulisan yang tertera pada sebuah batu nisan seorang uskup Anglikan di Westminster Abby:
Sewaktu saya masih muda dan merdeka dan imajinasi saya tanpa batas, saya bermimpi untuk mengubah dunia.
Sewaktu saya beranjak dewasa, saya menyadari bahwa dunia tidak akan berubah, jadi saya memperkecil impian saya dan memutuskan untuk mengubah negara saya saja. Namun, ini pun sama saja, kelihatannya tidak akan dapat diubah.
Sewaktu usia saya semakin lanjut, dalam upaya terakhir, saya berkomitmen untuk mengubah keluarga saya saja, mereka yang paling dekat dengan saya, namun mereka pun tidak berubah.
Dan sekarang saat ajal sudah didepan mata, tiba-tiba saya menyadari: Andaikan saja saya mengubah diri saya terlebih dahulu, saya kemudian dapat menjadi teladan untuk perubahan bagi keluarga saya.
Dari inspirasi dan semangat mereka, saya mungkin saja dapat memperbaiki keadaan saya, dan siapa tahu, saya bisa saja mengubah dunia.

“…kita tidak pernah tahu kapan kita akan dipanggil, itu rahasia Yang Maha Kuasa. Namun yang perlu kita sadari, setiap hari kita selalu diberikan kesempatan untuk menjadi berkat…”

Bekerjalah Ibarat Ayam!!!

Seekor ayam berkokok pagi-pagi benar, kemudian keluar kandang dan mengepak-ngepakan sayapnya, yang jantan berkokok keras, menyambut sang surya yang tersenyum di ufuk timur. Mereka pergi pagi dan pulang menjelang malam dengan gelembung tembolok dileher yang sudah penuh dengan makanan, kemudian beristirahat sampai menjelang pagi dan kembali berkokok, mengepakan sayap, menyiapkan cakar-cakar untuk mengorek makanan di tanah dan rerumputan. Itulah kelebihan seekor ayam tanpa beban bekerja mencari makan. Sama halnya manusia, walau kadang bangun telat dengan si Ayam? Alangkah baiknya bila kita bekerja seperti ayam artinya bekerja tanpa beban, bedanya Ayam mencari makan untuk hari itu saja sedangkan manusia tidak untuk hidup hari ini saja, melainkan untuk esok hari, takala tua, menyekolahkan anak, membesarkan anak, mengantarkan anak sampai bisa mandiri dan lain-lain. Intinya bahwa banyak kepentingan atau keperluan manusia hidup, baik bagi diri sendiri maupun keturunan nanti. Manusia diberi kelebihan yang sangat luar biasa di pundaknya sebagai makhluk dibumi, diberikan tanggung jawab lebih untuk itu berikut ini tahapan-tahapan manusia hidup, antara lain: 

1.    Masa anak-anak adalah usia bermain-main
2.    Remaja adalah usia belajar untuk bisa hidup 
3.    Dewasa adalah usia meraih posisi dalam hidup
4.    Setengah tua adalah usia mengisi sepanjang hidup
5.    Tua adalah usia mengisi tujuan hidup, mempersiapkan hidup selanjutnya. 

Jangan sia-siakan waktu, karena waktu terus meninggalkan kita. Andaikan waktu bisa diputar balik atau seperti film-film holywood yang mengisahkan orang kembali kemasa lalu atau menuju masa depan puluhan tahun dari sekarang, rasanya secara fisik mustahil, namun pandangan dan pemikiran bisa menuju masa lalu dan masa depan. Tetap semangat! berlomba dengan waktu, penuhi mativasi hidup dengan amalkan ilmu , salah satunya dengan “Bekerja”. Renungan diatas adalah memberi motivasi adik-adik yang baru lulus sekolah dan baru bekerja, mereka sangat labil, bahkan dengan seribu alasan tidak mau bekerja karena gaji kecil, karen bosan dan tidak menarik, karena berbagai macam alasan. Mereka tidak sadar bahwa waktu terus berlanjut semakin hari semakin tua. Banyak diantaranya kaum muda yang berprestasi luar biasa, yang bisa dijadikan teladan untuk memacu adrenalin untuk bisa di jadikan contoh berprestasi. Tetap semangat! Selagi matahari bersinar, masih ada hari esok, masih ada kesuksesan yang bisa diraih, kegagalan adalah "enjoy" yang tertunda, cepat bangkit! Berdoa dan berusaha dan ubah pikiran anda untuk bermindset sukses.

“…waktu terasa begitu cepat berlalu dan tidak terasa banyak kesempatan dan peluang yang terlewati ketika seseorang hanya melamun dan menunda segalanya…”


Jatuh!!! Bangun Lagi dan Lagi

Menjadi sukses, kaya, dan bahagia pastilah dambaan sebagian besar orang di dunia ini. Hal-hal seperti itu jugalah yang sering digembar-gemborkan dalam berbagai seminar motivasi dan pengembangan diri. Sering kali para peserta juga ditanya, apakah Anda siap untuk gagal dan berani berkorban? Jawaban yang paling umum diterima adalah, “Ya saya siap dan saya berani”. Namun, sungguhkah mereka yang telah bertekad untuk sukses dalam hidup ini dan benar-benar siap menghadapi kegagalan?
Pola pikir tidak bisa terjadi oleh sebuah acara atau perhelatan besar yang dibawakan oleh pribadi yang hanya berkompeten di suatu bidang. Perubahan pola pikir dan sikap itu akan terjadi melalui sebuah proses. Dalam proses tersebut diperlukan niat yang kuat serta semangat pantang menyerah untuk melakukan perubahan.
Namun yang sering kali kita lihat, biasanya orang hanya terbakar sesaat. Setelah acara itu berakhir, semangat yang berkobar-kobar pun berakhir. Tidak heran hanya sedikit orang yang benar-benar gigih dalam memperjuangkan cita-citanya. Sikap seperti itu ibarat spiritus. Sedikit api saja sudah dapat membakar spiritus. Namun, yang terjadi kemudian, api cepat sekali padam karea spiritus adalah bahan cair yang sangat mudah menguap.
Apakah selama ini kita seperti spiritus yang cepat tersulut namun cepat pula menghilang? Niat yang luar biasa memang diperlukan untuk melakukan perubahan hidup, namun niat saja tidak cukup. Jika tidak ditindaklanjuti, niat akan ibarat mimpi di siang bolong. Niat haruslah ditunjang mental yang kuat dan keteguhan dalam bertindak. Beberapa orang takut untuk memulai sesuatu meskipun sumber daya yang dimilikinya cukup memadai. Alasannya sangat simple yaitu, “Bagaimana kalau gagal?”.
Alhasil banyak diantara kita yang kemudian menjadi “paranormal dadakan” yang seolah-olah lebih tahu tentang masa depan bahkan terkesan mendahului Sang Pencipta. Kita menjadi takut akan sesuatu yang belum pasti. Tidak terlalu penting berapa kali kita terjatuh dan terperosok, yang paling penting adalah bagaimana kita bangkit kembali dan berjalan dengan langkah serta pandangan ke depan yang penuh harapan.
“…Yesterday is a history, future is a mystery, and today is a gift…”