Senin, 24 Desember 2012

Tips Meredam Amarah untuk Mama



Yaiyalah.com Seringkali dalam situasi tertentu, mama tidak bisa menahan untuk berteriak atau marah dalam menghadapi si kecil. Rasanya, mama juga sudah menahan amarah dalam menghadapi si kecil. Tetapi terkadang emosi yang tak terkendali juga terkadang membuat mama marah berlebihan. Nah berikut ini adalah tips bagaimana cara agar mama tidak terpancing emosi, saat menghadapi si kecil.

1.

Merendahkan Suara

Saat mama ingin si kecil melakukan sesuatu,misalnya menyuruh si kecil mandi perintahkan dengan suara berisik atau gunakan bahasa deskriptif dan berbisik (bukan kata –kata ancaman"Tidak boleh"). Cara ini akan membuat si kecil menurut pada mama. Contohnya adalah sebagai berikut. "Adik, perlu sikat gigi sementara mama akan bernyanyi. Kemudian mama menyanyikan lagu "Cicak-cicak di dinding" misalnya, niscaya mereka akan lebih bersemangat dalam melakukan tugas yang mama perintahkan.

#bcfda5


[imagetag]


2.

Sembunyi 15 Menit

Ketika mama pulang dari kantor, mama pasti menginginkan bermain dengan si kecil tetapi terkadang rasa lelah dan tak lagi memiliki tenaga ketika di rumah, belum lagi rentetat permintaan dan pertanyaan si kecil. Benar-benar dapat memancing emosi mama. Nah, kalau begitu gunakan taktik ini. Ketika sampai di rumah, usahakan waktu 15 menit untuk diam didalam kamar, karena menurut penelitian emosi yang tinggi bisa disebabkan oleh kurangnya waktu untuk diri sendiri, siapa tahu ketika beristirahat mama akan lebih siap menghadapi si kecil.

3.

Mengingat Usianya

Pada hari libur,dimana mama berharap ada ketenangan di pagi hari. Tiba-tiba si kecil membuat ulah dengan melompat –lompat di kasur, yang lagi-lagi membuat mama ingin marah. Ingatlah, untuk segera bertindak sesuai usia si kecil. Ini adalah cara efektif untuk mengontrol kemarahan mama.

4.

Gunakan Bahasa Deskriptif

Cara selanjutnya adalah menggunakan bahasa deskriptif dan tidak mengancam. Seperti misalnya ketika mama memergoki si kecil corat-coret dinding daripada mama berkata "Dek,jangan corat-coret di tembok!" Lebih baik katakan, "mama melihat ada lukisan di lantai dan itu membuat mama marah,nah sekarang ambil lap dan bersihkan!". Memang pada awalnya, bahasa deskriftif membutuhkan ketrampilan khusus pada awalnya akan sangat melelahkan bagi mama. Nah, agar tertantang menggunakan bahasa deskrifrif coba mama ciptakan penghargaan  untuk diri sendiri, misalnya dengan menciptakan "papan penghargaan". Sebuah papan yang diisi stiker setiap kali mama berhasil tidak marah pada si kecil.

Nah mama, mudah-mudahan dengan tips sederhana ini dapat  memperkuat kesabaran anda dalam menghadapinya. Karena, didikan yang tepat dari mama akan berpengaruh bagi kebaikan tumbuh kembang si kecil.



1 komentar: